Tak Perlu Antri Lagi! SMPN 23 Dumai Luncurkan E-Print, Sistem Cetak Digital Pertama di Sekolah
Dumai, 9 September 2026 — Selama ini ada rutinitas kecil yang diam-diam menyita waktu guru di banyak sekolah: berjalan ke ruang Tata Usaha, mengantre, lalu menunggu giliran agar dokumennya bisa dicetak. Di SMP Negeri 23 Dumai, rutinitas itu kini menjadi cerita masa lalu.
Melalui E-Print, sistem antrean cetak digital yang menjadi bagian dari ekosistem SIDIGIT-23, guru dan tenaga kependidikan SMPN 23 Dumai dapat mengirim dokumen untuk dicetak langsung dari laptop atau komputer masing-masing, tanpa harus meninggalkan ruangan.
Cara Kerja E-Print
Dokumen yang diunggah masuk ke antrean digital, lalu secara otomatis diambil dan dicetak oleh komputer Tata Usaha yang terhubung ke sistem melalui aplikasi E-Print Agent. Begitu dokumen masuk antrean, grup Telegram Tata Usaha menerima pemberitahuan; begitu selesai dicetak, guru pemohon menerima pesan Telegram berisi nama dokumen, komputer dan printer yang mencetaknya, serta petunjuk pengambilan dokumen fisik di ruang Tata Usaha.
E-Print dikembangkan oleh Agil Hamda, guru sekaligus pengembang utama SIDIGIT-23, dan mulai digunakan di SMPN 23 Dumai pada September 2026.
Masalah yang Dijawab
Sebelum E-Print hadir, proses cetak dokumen di sekolah menghadirkan sejumlah kendala: waktu terbuang karena harus datang langsung ke ruang TU, antrean fisik yang mengganggu produktivitas guru, potensi dokumen tertukar ketika banyak permintaan datang bersamaan, tidak adanya pelacakan sehingga guru tidak tahu kapan dokumennya selesai, dan risiko cetak ganda ketika lebih dari satu operator melayani sekaligus. E-Print dirancang untuk menjawab seluruh kendala itu dalam satu sistem.
Fitur Unggulan
Pengajuan cetak dari mana saja. Cukup buka SIDIGIT-23 dari perangkat apa pun, pilih nama, masukkan PIN keamanan, unggah berkas PDF, JPG, atau PNG hingga 25 MB, tentukan jumlah rangkap dan mode cetak (hitam-putih atau warna), lalu kirim. Berkas gambar otomatis dikonversi oleh server menjadi PDF A4 yang siap cetak, sehingga guru tidak perlu mengonversinya sendiri.
Atomic Queue — tidak ada cetak ganda. Inilah jantung teknis E-Print. Pengambilan dokumen dari antrean dilakukan dalam transaksi basis data dengan penguncian baris (lockForUpdate). Dengan mekanisme ini, meskipun beberapa komputer Tata Usaha terhubung bersamaan, setiap dokumen dijamin dicetak tepat satu kali oleh satu printer — tidak ada yang tercetak dua kali, tidak ada yang terlewat.
Multi-station. E-Print mendukung beberapa komputer Tata Usaha yang beroperasi bersamaan. Setiap station dapat diatur untuk menerima semua dokumen, hanya dokumen hitam-putih (cocok untuk printer laser monokrom), atau hanya dokumen berwarna (untuk printer inkjet). Setiap station hanya mengambil dokumen yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga permintaan cetak warna tidak pernah nyasar ke printer hitam-putih.
Auto-recover — antrean tidak pernah macet. Bila sebuah dokumen tertahan dalam status "sedang dicetak" lebih dari lima menit tanpa konfirmasi selesai — misalnya karena kertas macet atau tinta habis — sistem otomatis mengembalikannya ke antrean untuk dicoba ulang, tanpa campur tangan operator.
Pelacakan status real-time. Setelah mengajukan cetak, guru dapat memantau posisi antreannya, status terkini (menunggu, sedang dicetak, selesai), nama printer dan station yang mencetak, serta waktu pengambilan dan penyelesaian. Halaman status memperbarui diri secara otomatis tanpa perlu memuat ulang.
Notifikasi Telegram otomatis. Pemberitahuan dikirim ke grup Telegram TU saat dokumen baru masuk antrean dan langsung ke guru pemohon saat dokumen selesai dicetak. Tidak ada lagi guru yang mondar-mandir ke TU hanya untuk mengecek apakah dokumennya sudah jadi.
Dasbor monitoring untuk Tata Usaha. Operator TU dan pimpinan sekolah dapat melihat jumlah dokumen yang menunggu, sedang dicetak, dan selesai hari ini, total rangkap tercetak, status online setiap komputer Tata Usaha, serta riwayat seluruh antrean yang dapat difilter dan dicari. Dari dasbor yang sama, operator dapat mencetak ulang, membatalkan, atau menghapus dokumen.
Dampak bagi Warga Sekolah
Guru dapat mengajukan cetak kapan saja tanpa meninggalkan ruang kerja; operator TU tidak lagi menghadapi antrean fisik dan permintaan lisan yang menumpuk; kepala sekolah dapat memantau kinerja layanan administrasi berdasarkan data; dan sekolah menghemat jam produktif yang selama ini terbuang untuk mengantre.
Bagian dari Ekosistem SIDIGIT-23
E-Print adalah satu dari enam inovasi unggulan dalam ekosistem SIDIGIT-23, sistem informasi digital terintegrasi milik SMPN 23 Dumai yang telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Lima inovasi lainnya adalah aplikasi CBT untuk ujian digital, Si-Info untuk informasi akademik, Si-Tanjak 23 sebagai asisten AI sekaligus portal guru–siswa, Sanctum Lock untuk keamanan digital, dan sistem Kriptografi Dokumen.
Keenam inovasi ini akan diperkenalkan secara resmi pada Launching Inovasi Digital SIDIGIT-23 di SMPN 23 Dumai, 12 September 2026.
Ditulis oleh Tim Humas SMPN 23 Dumai. Editor teknis: Agil Hamda, pengembang SIDIGIT-23. SMP Negeri 23 Dumai — Kota Dumai, Riau.