Jawab Tantangan Pesisir, SMPN 23 Dumai Kembangkan Sistem Peringatan Dini (EWS) Otomatis untuk Pasang Rob, AQI, dan Cuaca Ekstrem
DUMAI, 26 September 2026 — Berada di kawasan pesisir yang kerap dihadapkan pada ancaman banjir rob pasang laut serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), SMP Negeri 23 Dumai menghadirkan langkah solutif yang lahir langsung dari kebutuhan nyata di lapangan. Melalui platform digital mandirinya, SIDIGIT-23, sekolah negeri ini resmi meluncurkan fitur Early Warning System (EWS) Lingkungan Otomatis yang terhubung langsung ke ponsel para guru dan staf sekolah.
Sistem peringatan dini ini bekerja secara mandiri (autonomous) memantau tiga parameter lingkungan penting setiap 15 menit: pasang surut air laut Selat Rupat, indeks kualitas udara (Air Quality Index / AQI), serta dinamika cuaca ekstrem di pesisir Kota Dumai.
Inovasi Deteksi 'Banjir Majemuk' (Compound Flooding)
Salah satu poin paling krusial dalam pengembangan ini adalah kemampuan mendeteksi fenomena Banjir Majemuk (Compound Flooding). Di Kota Dumai, genangan air sering kali meluap dengan sangat cepat bukan semata-mata karena pasang air laut tinggi, melainkan saat air laut pasang bertemu dengan turunnya hujan lebat. Kondisi ini membuat parit dan drainase darat tertahan oleh arus laut (backwater effect), sehingga air hujan tidak dapat mengalir ke laut dan berbalik menggenangi jalanan serta pekarangan sekolah dalam hitungan menit.
Melihat kondisi tersebut, sistem dirancang dengan logika gabungan: jika sensor membaca ketinggian air laut sudah memasuki level waspada ($\ge 1,00\text{ meter}$) dan di saat yang sama cuaca terdeteksi hujan, SIDIGIT-23 langsung memicu status [EWS DARURAT] SIAGA BANJIR MAJEMUK ke kanal komunikasi para pendidik.
Notifikasi Sigap via Bot Telegram & Si-Info
Peringatan dini ini diteruskan secara otomatis melalui dua kanal utama:
- Telegram Bot SIDIGIT-23 (
@sidigit_23_bot): Mengirimkan notifikasi darurat lengkap dengan parameter angka sensor langsung ke obrolan pribadi guru, staf tata usaha, serta grup koordinasi internal sekolah dalam hitungan detik. - Aplikasi Mobile & Web Si-Info: Menampilkan notifikasi darurat berkategori khusus yang dilengkapi nada alarm darurat agar segera disadari oleh penerima.
Setiap peringatan yang dikirim selalu disertai SOP Mitigasi Praktis, seperti imbauan segera memindahkan sepeda motor dan mobil ke area parkir tertinggi, mengamankan dokumen dan perangkat elektronik di ruang kantor lantai satu, hingga instruksi penggunaan masker jika kualitas udara mencapai level Tidak Sehat ($\ge 151$).
Dirancang Tepat Guna dan Efisien
Pihak pengembang sistem menjelaskan bahwa fitur ini dibangun dengan prinsip tepat guna dan mempertimbangkan kenyamanan warga sekolah.
"Peringatan dini ini kami khususkan hanya untuk personil internal sekolah—guru, staf tata usaha, dan penjaga sekolah—tanpa disiarkan ke akun murid atau orang tua. Tujuannya agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di rumah, sekaligus menjaga bot Telegram tetap ringan dan responsif untuk keperluan pembelajaran dan absensi harian," terang pengembang sistem SIDIGIT-23.
Selain itu, sistem ini dilengkapi fitur Smart Cooldown (Anti-Spam). Fitur ini memastikan guru tidak terganggu oleh pesan yang berulang setiap 15 menit jika banjir rob atau kabut asap bertahan lama, namun tetap langsung memperbarui informasi jika status bahaya mengalami peningkatan.
Seluruh data lingkungan ditarik secara langsung dan real-time dari stasiun meteorologi maritim BMKG Dumai, sensor partikulat udara mikro, dan data satelit cuaca.
Langkah SMP Negeri 23 Dumai ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi tepat guna dapat lahir dari kesadaran terhadap kondisi lingkungan sekitar, menghadirkan rasa aman dan kesiapsiagaan bagi seluruh tenaga pendidik dalam menjalankan tugas di kawasan pesisir.